Arti Penting Hubungan Internal
Hubungan
terpenting dalam organisasi adalah hubungannya dengan karyawan di semua level. Baik itu manajer maupun
orang-orang yang menjadi bawahannya. Menurut Alvie Smith ada dua faktor yang
mempengaruhi komunikasi internal dengan karyawan:
1. Manfaat dari pemahaman, teamwork,
dan komitmen karyawan dalam mencapai hasil yang diinginkan. Sangat dipengaruhi
oleh komunikasi interaktif yang efektif di seluruh organisasi.
2. Kebutuhan untuk membangun jaringan
komunikasi manajer yang kuat, yang membuat setiap supervisor di semua level dapat
melakukan komunikasi secara efektif dengan karyawannya. Kebutuhan ini lebih dari sekadar menciptakan
informasi yang berhubungan dengan pekerjaan tetapi juga harus memuat informasi
bisnis dan isu publik yang mempengaruhi organisasi secara keseluruhan.
Organisasi akan kehilangan
sebagian besar potensi sumber daya manusianya karena tidak memprioritaskan
komunikasi dua arah yang efektif, yang merupakan landasan untuk hubungan
manajemen-karyawan dan kinerja pekerjaan secara keseluruhan.
Hubungan
kerja sehari-hari melibatkan banyak kontak , tetapi
komunikasi karyawan yang ideal dicirikan
dengan tujuh kondisi:
- Keyakinan dan kepercayaan antara karyawan dan atasan.
- Informasi yang jujur dan transparan bebas mengalir ke atas, bawah dan samping di dalam organisasi
- Status dan partisipasi yang memuaskan untuk setiap orang
- Kontinuitas kerja tanpa perselisihan
- Lingkungan yang sehat dan aman
- Keberhasilan usaha
- Optimisme tentang masa depan
Komunikasi Karyawan itu sangant penting ada atau berjalan dalam suatu perusahaan. Manfaat dari pemahaman, teamwork, dan komitmen
karyawan dalam mencapai hasil yang dinginkan. Aspek positif dari perilaku
karyawan ini sangat dipengaruhi oleh komunikasi interaktif yang efektfif di
seluruh organisasi. Kebutuhan untuk membangun jaringan komunikasi manajer yang
kuat, yang membuat setiap supervisor di semua level dapat melakukan komunikasi
secara efektif dengan karyawannya. Kebutuhan ini lebih dari sekadar menciptakan
informasi yang berhubungan dengan pekerjaan tetapi juga harus memuat informasi
bisnis dan isu publik yang mempengaruhi organisasi secara keseluruhan. Akan tetapi, sebagai bagian dari fungsi PR yang
lebih luas, tujuan hubungan internal adalah membangun dan mempertahankan
hubungan yang sama-sama bermanfaat antara organisasi dan karyawan, di mana
kesuksesan atau kegagalan organisasi akan tergantung kepada karyawan.
Kultur Organisasional
Untuk memahami komunikasi internal dari organisasi kita
harus mempertimbangkan kultur organisasi itu. Kultur organisasi adalah
keseluruhan nilai, simbol, makna, keyakinan, asumsi, dan ekspektasi yang dianut
bersama yang mengorganisir dan mengintegrasikan sekelompok orang yang bekerja
sama. Jika dikelola dengan baik, dapat menjadi aset yang berharga dalam
membangun kepaduan dan teamwork dalam organisasi, dan menghasilkan efektivitas
organisasional dalam mencapai tujuannya.
Struktur organisasi dan lingkungan dan gaya manajemen juga fundamental penting
bagi perencanaan dan pelaksanaan hubungan masyarakat. Komunikasi yang ada dalam
struktur organisasi adalah vertikal yang berasal dari atasan kepada bawahan
lalu sebaliknya horizontal, dari
rekan-rekan kepada rekan-rekan dalam unit atau antar unit pada tingkat yang
sama. Diagonal, antaraunit pada tingkat yang berbeda. Kultur
Organisasi ada yang berupa Otoritarian, yang muncul dari pandangan dunia yang
simetris. Pembuatan keputusan disentralisasikan pada tingkat tertinggi
dalam organisasi, dan masukkan dari tingkat bawah biasanya tidak dicari. Tidak
banyak ada dialog ataupun umpan balik dalam kultur organisasional, karena input
karyawan dianggap tidak penting dalam manajemen. Adapun kultur oragnisasi Partisipasif, yang
didasarkan pada pandangan dunia yang simetris yang menghargai dialog dan input
dua-arah. Teamwork lebih dihargai, dan penekanan diberikan pada kolektif
ketimbang individual, yang berarti organisasi dan karyawan berbagi tujuan
bersama. Pada kultur ini ide-ide inovatif datang dari setiap level organisasi,
dari lini manufaktur sampai pimpinan manajemen. Dilihat dari penejlasan dua macam
kultur tersebut, kesimpulannya hubungan internal dan komunikasi yang simetris
menghasilkan efektivitas keselurahan organisasi yang lebih besar. Empat
jenis budaya organisasi yang telah diidentifikasi dengan mengacu pada interaksi dari dua dimensi sikap dan perilaku: demokrasi vs otoriter, vs
reaktif proaktif. Budaya sistematis yang otoriter dan reaktif, wirausaha dengan
budaya yang otoriter dan proaktif,
budaya interaktif demokratis dan reaktif, budaya terpadu demokratis dan
proaktif. Budaya perusahaan adalah disposisi
terhadap berani, tindakan dinamis yang
didasarkan pada seperangkat nilai-nilai yang mendukung secara luas digambarkan
sebagai filsafat usaha bebas.
Pernyataa
Visi dan Misi
Pernyataan visi (vision statement) memberikan gambaran tentang tujuan organisasi dalam pengertian yang luas. Pernyataan visi adalah titik awal untuk menyusun misi organisasi spesifik. Pernyataan visi mengungkapkan sasaran strategis dan tujuan masa depan dari sebuah organisasi. Pernyataan misi menjawab pertanyaan “Bagaimana kita berbeda dengan pesaing kita?” Pernyataan misi memberikan struktu, tujuan, dan strategi. Pernyataan misi membantu karyawan menentukkan prioritas dan tujuan, sehingga semua anggota organisasi berkomitmen untuk mencapaimisi yang dinyatakan dalam pernyataan pernyataan tersebut.
Pernyataan visi (vision statement) memberikan gambaran tentang tujuan organisasi dalam pengertian yang luas. Pernyataan visi adalah titik awal untuk menyusun misi organisasi spesifik. Pernyataan visi mengungkapkan sasaran strategis dan tujuan masa depan dari sebuah organisasi. Pernyataan misi menjawab pertanyaan “Bagaimana kita berbeda dengan pesaing kita?” Pernyataan misi memberikan struktu, tujuan, dan strategi. Pernyataan misi membantu karyawan menentukkan prioritas dan tujuan, sehingga semua anggota organisasi berkomitmen untuk mencapaimisi yang dinyatakan dalam pernyataan pernyataan tersebut.
Tantangan Hubungan Internal
Keamanan
dan Kepatuhan
Setiap organisasi harus
memenuhi standar pemerintah daerah tempat beroperasi agar bisa memaksimalkan
keselamatan mereka sendiri. Hubungan internal mendidik karyawan agar memenuhi
regulasi pemerintah. Salah satu tanggung jawab utama fungsi hubungan internal
adalah mengkomunikasikan standar keamana kerja.
Hubungan
Tenaga Kerja
Salah satu tugas hubungan
internal adalah berinteraksi dengan karyawan atau tenaga kerja, yang sebagian
dari mereka tergabung dalam serikat pekerja.
Perubahan
Organisasi: Merger, Akuisisi, dan Pemecatan
Komunikasi internal mempunyai
tanggung jawab strategis dalam proses perubahan organisasi. Komunikasi selama
periode perubahan dan ketidakpastian ini lebih dari sekadar persoalan
komunikasi untuk ‘menenangkan’ tetapi komunikasi ini memainkan peran penting
dalam membantu karyawan untuk mengatasi ketidakpastian dan menyesuaikan dengan
perubahan.Komunikasi
internal terutama tentang mengamankan motivasi dan komitmen, karena organisasi
dinilai pada ruang lingkup untuk meningkatkan aset, berusaha memperoleh lebih
banyak dari apa yang mereka miliki, dan
aset manusianya berpotensi sumber terkaya dari kinerjayangditingkatkan. Bagian untuk internal komunikasi di perushahaan atau
organisasi berfungsi untuk membuat bagaimana orang merasa baik tentang
pekerjaan mereka. Orang memiliki kebutuhan, dimana manajer harus mengakui, jika mereka ingin membangun dan menjaga
hubungan menguntungkan. Kebutuhan tersebut termasuk pengakuan dan penghargaan
nyata.Mampu membuat sesuatu yang merupakan bentuk dari perwujudan usaha
dalam mengelola perubahan di dalam
organisasi, seperti contohnya perubahan etos kerja karyawan yang meningkat. Bahasa tubuh organisasi, berkaitan dengan keseluruhan
suasana yangterciptadalam organisasi.
Menangani Karyawan Publik
Masyarakat karyawan terdiri dari berbagai subkelompok: manajer senior,baris pertama pengawas, staf, dan garis karyawan, serikat buruh, kontrak pekerja dan lain-lain. Setiap kelompok memiliki kepentingan yang berbeda dan keprihatinan. Sebuah organisasi cerdas akan mencoba untuk membedakan pesan dan komunikasi untuk menjangkau segmen ini. Komunikasi karyawan yang efektif mengharuskan manajemen untuk meminta tiga pertanyaan tentang cara menyampaikan pengetahuan kepada staf :
1.Apakah manajemen mampu berkomunikasi
secara efektif dengan karyawan?
2.Apakah komunikasi terpercaya, dan apakah hal itu relay informasi yang tepat untuk karyawan?
3.Apakah komitmen manajemen dikomunikasikan kepada karyawan dan untuk membina lingkungan kerja bermanfaat?
2.Apakah komunikasi terpercaya, dan apakah hal itu relay informasi yang tepat untuk karyawan?
3.Apakah komitmen manajemen dikomunikasikan kepada karyawan dan untuk membina lingkungan kerja bermanfaat?
Trusted Communication
in Uncertain Times
·
Menghormati. Karyawan
harus dihormati karena nilai mereka sebagai individu dan nilai mereka sebagai
pekerja. Mereka harus diperlakukan dengan hormat dan bukan sebagai komoditas
yang dipertukarkan.
·
Jujur umpan balik. Dengan berbicara dengan pekerja tentang kekuatan dan
kelemahan, majikan membantu karyawan untuk tahu di mana posisi mereka pada
waktu tertentu. Candid komunikasi akan membantu mereka dalam pengejaran ini.
·
Pengakuan. Karyawan merasa sukses saat manajemen mengakui
kontribusi yang sudah mereka berikan.
Ini adalah tugas dari public relations profesional untuk menyarankan mekanisme
yang layak untuk karyawan agar dihormati.
·
Suara. Dalam era blog, radio talk, dan menunjukkan berbicara
dapat melalui jaringan atau signal, hampir semua orang ingin suara mereka untuk
didengar dalam pengambilan keputusan. Aktivis ini tumbuh fenomena komunikasi
seperti ini harus dipertimbangkan oleh profesional PR dengan berusaha untuk
memenangkan goodwill internal untuk manajemen.
·
Dorongan. Pekerja harus didorong. Program Komunikasi yang
memberikan dorongan umumnya menghasilkan hasil.
How To Succeed
Communicating with Employees
1.Ciptakan suasana hormat
2.Perlakukan karyawan sebagai orang dalam
3.Membangun loyalitas perusahaan: "Duta Komitmen"
4.Menangkap lebih banyak waktu discretionary
5.Meningkatkan komunikasi dua arah
6.Investasi di publikasi yang layak
7.Dengarkan dan menggunakan selentingan
3.Membangun loyalitas perusahaan: "Duta Komitmen"
4.Menangkap lebih banyak waktu discretionary
5.Meningkatkan komunikasi dua arah
6.Investasi di publikasi yang layak
7.Dengarkan dan menggunakan selentingan
Goals For Effective Employee Communication
-
Untuk meningkatkan semangat dan goodwill
antara karyawan dan manajemen
-
Untuk memberitahu karyawan tentang perubahan internal seperti promosi
reorganisasi atau staf.
-
Untuk menjelaskan rencana kompensasi dan manfaat seperti rencana perawatan
kesehatan baru atau Karyawan Program Bantuan .
-
Untuk
meningkatkan pemahaman karyawan perusahaan dan produk, organisasi, etika,
budaya, dan lingkungan eksternal.
-
Untuk mengubah perilaku karyawan terhadap menjadi lebih produktif,
berorientasi mutu, dan kewirausahaan.
-
Untuk meningkatkan pemahaman karyawan kesehatan utama isu-isu sosial atau tren yang mempengaruhi mereka seperti
penitipan anak atau AIDS
-
Untuk mendorong partisipasi karyawan dalam kegiatan komunitas
Media Internal
-Komunikasi internal audit
komunikasi online
internet
Publikasi Karyawan (Cetak )
internet
Publikasi Karyawan (Cetak )
Papan
Buletin
Kotak Saran
Pertemuan Balai kota
Internal video
Komunikasi Tatap muka
Kotak Saran
Pertemuan Balai kota
Internal video
Komunikasi Tatap muka
Newsletter Surat
Sisipan dan
lampiran
Pengumuman Elektronik
Hotline
Rapat dan
Telekonferensi
Presentasi Video/Film
Display atau Pameran
PEMBAHASAN
Dalam pembahasan materi Internal Communications atau Komunikasi
Internal ini kami memilih salah satu perusahaan yang mempunyai program dalam
menjaga hubungan baik antar karyawan perusahaan dan perusahaan sendiri. Kami
memilih PT. Ambassador Garmindo yang berpusat di kota Solo. Perusahaan ini
bergerak di bidang industri pakaian jadi untuk konsumen dalam negeri dan luar
negeri. Bermacam-macam pakaian di produksi di sini dengan system kerja dan
sumber daya yang berbeda. Untuk lebih memudahkan kami dalam melakukan interview
dan pengamatan, kami hanya mengambil bagian export pakaian Barbie.
Di PT. Ambassador Garmindo ini, khusus dalam produksi pakaian Barbie
pengawasan dan system kerja pun lebih keras karena tujuan eksport yang lebih
membutuhkan kualitas tinggi. Misalnya dalam hal kedisiplinan, perusahaan sangat
menuntut kedisiplinan yang tinggi bagi karyawannya. Contoh, jika salah satu
karyawan tidak masuk kerja dengan alasan sakit maka diwajibkan untuk membuat
surat dokter. Contoh lain, tidak boleh terlambat dalam masuk kerja dan wajib
menyelesaikan pekerjaan dan memenuhi target sesuai dengan waktu yang
ditentukan. Dengan aturan-aturan yang mengikat seperti itu, kami merasa bahwa
psikologis karyawan akan tertekan, dan ternyata perusahaan pun menyadari hal
tersebut. Agar komunikasi antara karyawan dan perusahaan tetap berjalan dengan
baik meski psikologis karyawan tertekan oleh perusahaan dan hal tersebut tidak
menyebabkan menurunnya semangat dan prestasi kerja para karyawan, maka
perusahaan pun mengagendakan program-program dalam menunjang terciptanya internal
communications yang baik.
PT. Ambassador Garmindo merupakan perusahaan besar yang karyawannya lebih
dari enam ribu orang. Di bagian pakaian Barbie eksport sendiri ada sekitar dua
ribu karyawan. Perusahaan ini beroperasi selama 24 jam nonstop selama enam hari.
Karyawan di bagi dalam tiga shift, yaitu
a.
Shift pagi,
dari jam 5 pagi sampai jam 1 siang
b.
Shift siang,
dari jam 1 siang sampai jam 9 malam
c.
Shift malam,
dari jam 9 malam sampai jam 5 pagi
Satu shift dengan kurang lebih enam ribu karyawan di bagi dalam line atau
kelompok dengan anggota setiap kelompok ada dua puluh orang karyawan yang
bertugas memotong kain, menjahit sampai pada packing atau mengemas pakaian
tersebut sampai ke quality control. Setiap line tersebut diawasi
oleh dua senior dan lima teknisi mesin.
Program-program internal communications di perusahaan tersebut antara lain:
1. Penghargaan
dari perusahaan berupa award bagi karyawan terajin dan mampu memenuhi
target
2. Peningkatan
jabatan setiap 6 bulan dan kelipatannya
3. Briefing
sebelum pergantian shift
4. Pengajian
rutin
5. Family
gathering
Penghargaan
dari perusahaan yang berupa award ini ditujukan bagi karyawan terajin masuk
kerja, sedikit bolos kerja dan mampu memenuhi target-target yang diberikan oleh
perusahaan kepadanya. Award ini biasanya diberikan dalam tiga bulan sekali
berupa sembako. Menurut perusahaan, penghargaan ini dapat meningkatkan semangat
kerja para karyawan agar dapat memperoleh penghargaan ini.
Tingginya tekanan
yang diberikan oleh perusahaan menyebabkan banyak karyawan yang tidak tahan dan
memilih mengundurkan diri dan perusahaan pun harus membuka lowongan pekerjaan
setiap harinya karena jumlah permintaan pasar akan produk tersebut sangat
tinggi. Peningkatan posisi jabatan setiap enam bulan sekali dan kelipatannya
yang diberikan pada seluruh karyawan yang mampu bertahan dalam perusahaan
tersebut selama minimal enam bulan sangat efektif dalam membuat karyawan
bertahan di perusahaan tersebut. Bulan pertama karyawan yang masuk dalam
perusahaan tersebut akan di training yan lama waktunya berbeda dari
setiap karyawan tergantung dari keahliannya. Setelah menjadi karyawan junior
yang tugasnya memotong atau menjahit kain, jika dia mampu bertahan selama enam
bulan maka perusahaan akan memindahkan posisinya menjadi senior atau pengawas
kerja. Enam bulan berikutnya dia dapat menjadi quality controller,
begitu seterusnya sampai pada bagian divisi-divisinya.
Semua
karyawan yang di bagi dalam tiga shift tersebut selalu melakukan briefing
selama tiga puluh menit dengan divisi masing-masing sebelum memulai kerja
mereka pada shift tersebut. Briefing antara karyawan dan kepala divisi
perwakilan dari perusahaan tersebut dilakukan setiap pergantian shift. Briefing
tersebut membahas apa saja terutama berkaitan dengan target yang diberikan
perusahaan untuk para karyawan. Menurut perusahaan ini sangat efektif dalam
mengeluarkan aspirasi karyawan secara sehat.
Perusahaan
ini memiliki karyawan yang mayoritas beragama islam. Untuk meningkatkan
spiritual para karyawan, perusahaan mengadakan program pengajian rutin dengan
mendatangkan ustadz. Pengajian tersebut dilaksanakan pada hari sabtu minggu
kedua saat karyawan diliburkan dan menerima gaji. Perusahaan berpandangan bahwa
dengan spiritual yang tinggi maka kualitas kerja pun akan baik.
Program
internal communication dalam perusahaan ini yang terakhir adalah family
gathering yang diadakan per-line atau kelompok dengan penanggungjawab
para senior mereka dan biaya dari perusahaan. Setiap acara family gathering
diikuti oleh kurang lebih 4-5 kelompok dan perusahaan memberikan kelonggaran
setiap karyawan dalam mengajak keluarga mereka. Family gathering ini dilakukan
secara bergilir setiap minggunya dan terjadwal. Menurut perusahaan, karyawan jadi
lebih termotivasi dalam bekerja.
Referensi
Cutlip, Scott M., et al. 2007. Effective Public Relations, Edisi 9. Jakarta: Kencana Prenada Group.
0 komentar:
Posting Komentar